Showing posts with label repost. Show all posts
Showing posts with label repost. Show all posts

Sunday, August 29, 2010

MatemaCinta...



I’m sure that I will always be
A lonely number like root three

The three is all that’s good and right,
Why must my three keep out of sight
Beneath the vicious square root sign,
I wish instead I were a nine

For nine could thwart this evil trick,
with just some quick arithmetic

I know I’ll never see the sun, as 1.7321
Such is my reality, a sad irrationality

When hark! What is this I see,
Another square root of a three

As quietly co-waltzing by,
Together now we multiply
To form a number we prefer,
Rejoicing as an integer

We break free from our mortal bonds
With the wave of magic wands

Our square root signs become unglued
Your love for me has been renewed

[ga tau judul aslinya yang jelas dari film "Harold and Kumar Escape from Guantanamo Bay" yang abis aku tonton, Purwodadi 8 September 2010]

Saturday, July 10, 2010

Sejarah Raja-Raja Jawa


I. Para Raja Kraton MATARAM HINDU :
1. Sri Maharaja Rakai Ratu Sanjaya (730-760)
2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran (760-780)
3. Sri Maharaja Rakai Pananggalan (780-800)
4. Sri Maharaja Rakai Warak (800-820)
5. Sri Maharaja Rakai Garung (820-840)
6. Sri Maharaja Rakai Pikatan (840-856)
7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi (856-882)
8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang (882-899)
9. Sri Maharaja Rakai Watukumara Dyah Balitung (899-915)
10. Sri Maharaja Rakai Daksottama (915-919)
11. Sri Maharaja Rakai Layang Dyah Tulodhong (919-921)
12. Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa (921-928)

II. Para Raja Kraton MATARAM BUDHA :
1. Samaratungga ; dari Dinasti Syailendra (berasal dari India)
Candi Borobudur, Pawon, Mendut, Sewu tahun 778
2. Pramodha Wardhani (Sri Kahulunan) ; puteri dari Samaratungga
3. Balaputra Dewa ; putera dari Samaratungga ; adik dari Pramodha Wardhani

III. Para Raja Kraton MEDANG :
1. Prabu Dewata Cengkar
2. Ajisaka
3. Sri Maharaja Rakai Empu Sindok (929 – 947 )
memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur (Medang)
4. Sri Isyanatunggawijaya (947 – 9xx )
5. Makutawangsawardhana (9xx – 985)
6. Prabu Dharmawangsa Teguh (991 – 1007)

IV. Para Raja Kraton KAHURIPAN :
1. Airlangga ; menantu Dharmawangsa Teguh (1019 – 1042)
Putera dari Dharma Udayana Warmadewa, Raja Bali
2. Prabu Samara Wijaya ; putera Airlangga
3. Wibawa Pertapan Sakti Dewi Kili Suci
(Kerajaan Kahuripan menjadi dua: Janggala dan Kadiri)
(tidak diketahui silsilah raja-raja Janggala)

V. Para Raja Kraton KEDIRI DHAHA :
1. Prabu Warsajaya (1104 – 1135)
2. Prabu Jayabaya (1135 – 1157)
3. Prabu Sarweswara (1159 – 1161)
4. Prabu Kroncharyadhipa (1181 – 1182)
5. Prabu Kameswara (1182 – 1185)
6. Prabu Srengga Kertajaya (1194 – 1205)
7. Prabu Kertajaya (1205 – 1222)
8. Prabu Jayakatwang (1292 – 1293)

VI. Para Raja Kraton SINGOSARI :
1. Ken Arok (Rajasa Amurwe Bumi) (1222 – 1247)
2. Panji Anengah Anusapati (1247 – 1248)
3. Panji Tohjaya (1248)
4. Prabu Wisnuwardhana Rangga Wuni (1248 – 1266)
5. Prabu Kertanegara Syiwa Budha (1266 – 1292)

VII. Para Raja Kraton MAJAPAHIT :
1. Prabu Kertarajasa Jayawardhana (Raden Wijaya) (1293 – 1309)
2. Prabu Jayanegara (Raden Kalagemet) (1309 – 1328)
3. Prabu Tri Bhuwana Tungga Dewi & Cakradhara (1328 – 1350)
4. Prabu Hayam Wuruk Prabu Rajasa Negara (1350 – 1389)
5. R.Kusuma Wardani putri Hayam Wuruk dan R. Wikramawardhana (1389 – 1400)
6. Dewi Suhita putri R.Wikramawardhana dari selir.
Perang Paregreg, antara Suhita dengan Bre Wirabumi
di Blambangan, putra Hayam Wuruk (1400 – 1447)
7. Prabu Kertawijaya adik Dewi Suhita (Brawijaya I) (1447 – 1451)
8. Prabu Rajasa Wardana (Brawijaya II) (1451 – 1453)
9. Kosong (1453 – 1456)
10. Prabu Purwawisesa (Brawijaya III) (1456 – 1466)
11. Prabu Pandhanalas (Brawijaya IV) (1466 – 1468)
12. Prabu Bre Kertabumi (Brawijaya V) (1468 – 1546)

VIII. Para Raja Kraton DEMAK BINTARA :
1. Raden Patah Syah Alam Akbar I (1478 – 1518)
2. Sultan Pati Unus Bintara II (1518 – 1521)
3. Sultan Trenggana Bintara III (1521 – 1546)
4. Sunan Prawoto (1546 – 1549)

IX. Para Raja Kraton PAJANG :
1. Sultan Hadiwijaya Jaka Tingkir (1550 – 1582)
2. Pangeran Pangiri R.Ngawantipura (1582 – 1584)
3. Sultan Prabuwijoyo (Benawa) (1584 – 1586)

X. Para Raja Kraton MATARAM :
1. Panembahan Senopati R.Danang Sutawijaya (1586 – 1601)
2. Sultan Hadi Hanyokrowati (RM.Jolang) (1601 – 1613)
3. Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo
R.M. Jatmika Pangeran Rangsang (1613 – 1645)
5. Sultan Hamangkurat Agung R.M. Sayidin
(Perang Trunojoyo) (1645 – 1660)

XI. Para Raja Kraton KARTASURA :
1. Pangeran Puger R.M.Darajat Jumeneng Sultan Ngalaga,
Perang melawan Trunajaya hingga gugur (1665)
2. Sultan Hamangkurat Amral R.M.Rahmat (1677 – 1703)
3. Sultan Hamangkurat Kencet R.M.Sutikno (1703 – 1705)
4. Sunan Puger Paku Buwono I . Darajat (1705 – 1719)
5. Sultan Hamangkurat Jawa R.M.Suryoputro (1719 – 1727)
6. Sunan Paku Buwono II
R.M. Probosuyoso. terjadi Perang Cina (1727 – 1745)
(menyingkir ke Ponorogo karena Kartosuro diserbu para pemberontak,
kemudian mendirikan Surokarto)

XII. Para Raja Kraton SURAKARTA :
1. Sunan Paku Buwana II Probosuyoso (1745 – 1749)
2. Susuhunan Paku Buwana III R.M.G. Suryadi (1749 – 1788)
3. Susuhunan Paku Buwana IV R.M.G. Subadya (1788 – 1820)
4. Susuhunan Paku Buwana V B.M.G. Sugandi (1820 – 1823)
5. Susuhunan Paku Buwana VI G.R.M. Sapardan (1823 – 1830)
6. Susuhunan Paku Buwana VII R.M.G. Malikis Solikin ;
Mboten nurunaken Nata / tidak menurunkan Raja (1830 – 1858)
7. Susuhunan Paku Buwana VIII
G.R.M. Kusen, Putra PB IV (1858 – 1861)
8. Susuhunan Paku Buwana IX
R.M.G. Duksina, Putra PB VI (1861 – 1893)
9. Hingkang Minulya Saha Wicaksana PB X
R.M.G. Malikul Kusno (1893 – 1939)
10. Susuhunan Paku Buwana XI
G. R.M. Ontoseno. Jaman JAPAN (1939 – 1945)
11. Susuhunan Paku Buwana XII
R.M.G. Suryoguritno; Republik Indonesia (1945 – 2004)
12. Gelar Pakubuwono XIII (2004 – sekarang)
(diklaim oleh dua orang, Pangeran Hangabehi & Pangeran Tejowulan)

XIII. Para Raja Kasultanan YOGYAKARTA :
Hamengkubuwana atau Hamengkubuwono atau Hamengku Buwono atau lengkapnya Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing-Ngalogo Ngabdurahman Sayiddin Panotogomo Khalifatullah adalah gelar bagi raja Kesultanan Yogyakarta sebagai penerus Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta. Dinasti Hamengkubuwana tercatat sebagai dinasti yang gigih memperjuangkan kemerdekaan pada masa masing-masing, antara lain Hamengkubuwana I atau nama mudanya Pangeran Mangkubumi, kemudian penerusnya yang salah satunya adalah ayah dari Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro, yaitu Hamengkubuwana III. Sri Sultan Hamengkubuwana IX pernah menjabat sebagai wakil presiden Indonesia yang kedua.
Yang bertahta saat ini adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Daftar Sultan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat :
1. Sri Sultan Hamengkubuwono I 13 Februari 1755 s/d 24 Maret 1792
2. Sri Sultan Hamengkubuwono II 2 April 1792 s/d akhir 1810, periode I
3. Sri Sultan Hamengkubuwono III akhir 1810 s/d akhir 1811, periode I
4. Sri Sultan Hamengkubuwono II akhir 1811 s/d 20 Juni 1812, periode II
5. Sri Sultan Hamengkubuwono III 29 Juni 1812 s/d 3 November 1814, periode II
6. Sri Sultan Hamengkubuwono IV 9 November 1814 s/d 6 Desember 1823
7. Sri Sultan Hamengkubuwono V 19 Desember 1823 s/d 17 Agustus 1826, periode I
8. Sri Sultan Hamengkubuwono II 17 Agustus 1826 s/d 2 Januari 1828, periode III
9. Sri Sultan Hamengkubuwono V 17 Januari 1828 s/d 5 Juni 1855, periode II
10. Sri Sultan Hamengkubuwono VI 5 Juli 1855 s/d 20 Juli 1877
11. Sri Sultan Hamengkubuwono VII 22 Desember 1877 s/d 29 Januari 1921
12. Sri Sultan Hamengkubuwono VIII 8 Februari 1921 s/d 22 Oktober 1939
13. Sri Sultan Hamengkubuwono IX 18 Maret 1940 s/d 2 Oktober 1988
14. Sri Sultan Hamengkubuwono X 7 Maret 1989 – sekarang

XIV. Praja Mangkunegaran di Surokarto :
1. Mangkunagara I (Raden Mas Said) (1757 - 1795)
2. Mangkunagara II (1796 - 1835)
3. Mangkunagara III (1835 - 1853)
4. Mangkunagara IV (1853 - 1881)
5. Mangkunagara V (1881 - 1896)
6. Mangkunagara VI (1896 - 1916)
7. Mangkunagara VII (1916 -1944)
8. Mangkunagara VIII (1944 - 1987)
9. Mangkunagara IX (1987 - sekarang)

XV. Kadipaten Pakualaman di Yogyakarta :
1. Paku Alam I (1813 - 1829)
2. Paku Alam II (1829 - 1858)
3. Paku Alam III (1858 - 1864)
4. Paku Alam IV (1864 - 1878)
5. Paku Alam V (1878 - 1900)
6. Paku Alam VI (1901 - 1902)
7. Paku Alam VII (1903 - 1938)
8. Paku Alam VIII (1938 - 1998)
9. Paku Alam IX (1998 - sekarang)


source: Catatan Kanjeng Raden Prasena

Monday, June 21, 2010

GTT Abdi Sekolah Minim Upah


November 2007 Gelar A.Ma berhasil sy raih setelah bersua dengan dosen, bergelut dengan buku, bercumbu dengan kampus, dan menimba ilmu selama 4 semester di Prodi Pendidikan Guru Kelas Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Keinginan untuk menjadi guru di kota besar harus dikubur dalam-dalam karena dipanggil "emak" untuk pulang kampung. Meskipun demikian semangat dan cita-cita untuk menjadi Guru SD tak kendur sedikit pun.

Di kampung halaman satu demi satu pintu gerbang SD sy masuki kemudian menyodorkan lamaran untuk menjadi GTT (Guru Tidak Tetap) kepada Kepala Sekolah. Berulangkali kata "Maaf Mas", "Sepuntene Mas", "Wah mriki GTT ne sampun katah e Mas", terus meluncur deras dari mulut kepala sekolah yang sy jumpai. Dengan langkah gontai perjuangan untuk mendapatkan SD terus sy lakukan, sy terus bergerilya, bergerak kesana kemari hingga akhirnya kabar burung menerbangkan sy ke salah satu SD. Akhirnya aliran keringat dan semangat tak kenal "malu" bermuara di SD ini.

Nah sekarang sy sudah resmi menyandang gelar GTT. Sejuta harapan pun muncul, ingin mengajar dan mempraktikkan teori yang diperoleh di bangku kuliah. Tapi apa mau dikata ternyata SD sy ini tdk membutuhkan guru kelas krn guru kelas sudah lengkap akhirnya sy didapuk menjadi guru olahraga, tukang ketik, tukang nulis surat masuk&keluar, kurir, tukang fotocopy, bahkan tak jarang jadi tukang ojek bagi ibu-ibu yang tidak bisa naik kuda besi, bahkan membeli sayur dan mengantar ke pasar pun jadi tugas tambahan. Wah sungguh tugas yang luar biasa. Dengan gaji 150 ribu rasanya sy tidak betah untuk melanjutkan jabatan GTT ini. Tapi sekali lagi semangat dan cita-cita menjadi guru plus harapan menjadi PNS membuat sy bertahan.

Setelah hampir setahun tugas bertambah menjadi guru bahasa inggris. Sebenarnya sy sangat menyukainya karena sejak kls 1 SMP sy memang bercita-cita jadi guru bhs inggris sayangnya setelah diterima di Prodi Pend. Guru Bhs Inggir FBS Universitas Negeri Semarang melalui jalur PMDK bapak menolak karena alasan kuliahnya terlalu lama sehingga akirnya sy berubah haluan, mempelajari disiplin ilmu untuk menjadi guru SD. Tapi sekali lagi tugas ini juga kurang nyaman sy jalani karena tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang sy "kantongi".

Semakin hari jabatan sebagai GTT semakin bertambah banyak dan bertambah berat saja disandang meskipun sekarang gaji sudah dinaikkan menjadi 200 ribu. Bagaimana tidak GTT tidak pernah dihargai selalu dipandang sebelah mata baik oleh rekan-rekan kerja, pengawas apalagi para pejabat dinas pendidikan kelas atas. GTT hanya diberdayakan sekolah sebagai tenaga kerja murah. Terus saja pikiran dan tenaganya diperas bagaikan sapi perah untuk mengerjakan hal-hal yang sudah sy sampaikan di atas dengan penghasilan yang sangat tidak layak karena kalah dengan buruh cuci, tukang becak, atau pemulung sekali pun. Penderitaan inilah yang dialami oleh para GTT di seluruh Indonesia. memang sial benar nasib GTT menjadi ABDI SEKOLAH MINIM UPAH, merasa ABDI NEGARA NAMUN DIPANDANG SEBELAH MATA.

Kenyataan inilah yang membuat sebagian teman-teman GTT MENGAMBIL JALAN PINTAS, menggunakan CARA CEPAT UNTUK JADI PNS yaitu dengan melakukan KKN dengan para pejabat dan birokrat penguasa agar "DILULUSKAN" dalam seleksi CPNS. Puluhan juta pun rela digelontorkan demi meraih keinginan dan lepas dari penderitaan sebagai GTT. Kalau sudah begini apa bisa kita katakan guru bermutu? Jadi percuma saja diadakan diklat, pelatihan, seminar dan upaya-upaya peningkatan kemampuan guru kalau Guru-guru di Indonesia masih kualitas “SUAP”.

Ya inilah kisah nyata yang terjadi di dunia “per-GURU-an”di negeri tercinta ini permasalah GTT yang diperlakukan tidak selayaknya, padahal mereka para pemuda yang potensial berbekal semangat dan pembaharuan. Ditambah lagi “GURU KUALITAS SUAP” wajar saja kalau pendidikan di Indonesia kini kalah jauh dengan negara-negara tetangga yang dahulu kala mengimpor guru-guru dari Indonesia.

Ditulis Oleh: Agung Priyono, A. Ma
(Seorang GTT)
source

Wednesday, April 7, 2010

DPR Juga Mesti Out Source!!!

Kata Pegawai Pajak: “Wakil Rakyat yang Terhormat, Please Deh Ah”

“Apabila suara-suara kalian hanya menggembosi dan menghambat perubahan ke arah yang lebih baik, maka diamnya kalian adalah sedekah bagi kami untuk melanjutkan reformasi ini”

Mendengar, melihat dan membaca berbagai pendapat para wakil rakyat yang terhormat, sang suara rakyat, saya betul-betul miris. Kok bisa sih ada komentar-komentar yang mencerminkan “kekosongan” dari kata-kata sebagian wakil rakyat tersebut.

Saya percaya, masih banyak wakil rakyat yang cerdas dan memiliki idealisme yang kuat dan benar-benar tulus ikhlas bekerja untuk rakyat. Karena tulus dan ikhlas saja tidak cukup, harus ada ilmu yang mendasarinya. Tanpanya, ketulusan dan keikhlasan tak ada gunanya, hanya bermanfaat bagi dirinya dan sekian orang saja. Apalagi, sudah ga tulus dan ikhlas, hanya sekedar mencari popularitas, tidak cerdas pula! Apa jadinya dengan negara ini?

Saya ingin menanggapi berbagai omongan dari sekian wakil rakyat tersebut yang terkesan “lucu”, kok bisa beberapa komentar dan “saran” tersebut keluar dari anggota dewan yang terhormat.

Satu, tentang “ancaman” dari DPR untuk mengganti peran dirjen pajak sementara dengan tenaga outsourcing.

Please deh ah, masak bapak yang satu ini ga bisa berpikir jauh ke depan sih. Apa dengan keputusan yang revolusioner ini akan ad perubahan yang signifikan. Begini lho maksud dengan “berpikir ke depan”:

Sekedar informasi, ada 33.000an pegawai pajak yang sudah senior maupun baru yang bekerja di DJP. Dari sekian tersebut, kebanyakan pegawai baru berasal dari STAN.

Okey, untuk yang mudahnya kita masuki tentang bagaimana pendidikan pegawai baru. Yang sudah senior kita abaikan dulu. Yang sudah senior insyaAlloh sudah paham tentang pajak. Lha wong sekian tahun kerjanya urusan ama pajak kok, masak pada ga tau tentang pajak.

Okey, pegawai yang baru kebanyakan berasal dari STAN, dari lulusan D1, D3 dan D4. Untuk di tahun 2008 hingga sekarang, sudah tidak ada penerimaan dari D1 lagi. Jadi yang mayoritas adalah penerimaan dari D3 dan D4.

Meski “hanya” diploma, lulusan STAN tersaring amat ketat, rasio penyimpangan sangat jarang terjadi. Dari 88.000an pendaftar hanya diterima sekitar 1800an sampai dengan 2400an mahasiswa.

Tidak ada kolusi, korupsi dan nepotisme di penerimaan STAN. Anak jendral ato menteri kalau emang ga mampu lulus ujian saringan masuk, yaaa tetep aja nggak bisa kuliah di sini. Kuliah sangat ketat, namun tidak ada semi militerisme seperti di IPDN. Peraturan yang ada menyebutkan bahwa SEKALI mahasiswa ketahuan mencontek, langsung kena DO. Pulang kampung.

Kok malah jadi kek narsis… Okey yah. Yang di sini cuman contoh buat nge-gampangin pertanyaan-pertanyaan di bawah. No offense yah buat yang merasa bukan lulusan STAN yang ga dimasukin dalam contoh.

Okey, pertanyaannya adalah:

“Bagaimana DPR memenuhi tenaga-tenaga baru tersebut (dengan kualitas yang sama dengan STAN) dari kalangan outsourcing?”

“Bagaimana pelatihannya, mengingat dari tenaga di atas memerlukan waktu 3 sampai 5 tahun masa pendidikan di kampus STAN” (Harus paham dan tahu tentang “sedikit” ilmu keuangan, “sedikit” akuntansi dan tentunya “sedikit” tahu tentang pajak lhooo..)

dan yang paling krusial: “BAGAIMANA MEKANISME KONTROL TENTANG KERAHASIAAN NEGARA DI TENAGA OUTSOURCING?”

Ibaratnya saya juga mengajukan usul: “BAGAIMANA KALAU DPR DIGANTI DENGAN TENAGA OUTSOURCING SAJA?”

Lantas berbagai argumen yang mungkin bapak keluarkan beberapa akan sama dengan alasan yang saya kemukakan di atas.

Please deh ah pak, itu hanya sekilas lho. Masih banyak hal-hal yang lebih rumit yang jauh terpikirkan oleh pegawai rendahan seperti saya lho. Belum yang dipikirkan tenaga ahli kami yang dari lulusan S2 dan S3 dari luar negeri lho.

Kedua, DPR memaksa tingkatkan kepatuhan pembayaran pajak.

Wahai rakyat Indonesia, jika tarif pajak naik, tolong, jangan salahkan kami. Kami hanya mengikuti wakil-wakil rakyat yang anda pilih. Mereka memaksa kami. Bukan maksud kami untuk memaksa, namun wakil-wakil yang anda pilihlah yang memaksa anda melalui tangan kami.

Rumit pakdhe kalau tentang berbagai kebijakan fiskal dan moneter. Ga cuman asal bunyi langsung bisa terlaksana. Ada ilmu dan berbagai pertimbangan yang harus dipenuhi dalam menentukan kebijakan fiskal.

Ah, yang ini saya ga terlalu ngerti. Ilmu saya masih cetek. Takut salah ngomong ah… eh takut salah tulis ding… mending baca tulisan ini yah kalau pengen mengerti tentang salah satu kebijakan fiskal.

Tiga, reformasi birokrasi yang belum berhasil.

He he he… saya ndak mau ah komen soal ini. Soalnya kebanyakan pembaca sudah bisa menebak khan apa maksud saya nulis pernyataan ke 3 ini.

Ini buktinya dari DJP…

Lha dari DPR atau DPRD?????

Ibarat gajah di seberang lautan nampak, kuman di pelupuk mata tak nampak… Btw, kebalik ga peribahasanya?

Empat, “Pemungutan pajak mending ga langsung, buat menimalisir persinggungan WP dan petugas pajak” (–> sumber Tipi On, ga ada rekam jejak internetnya, lupa pula nama anggota dewan yang terhormatnya siapa)

Pertanyaannya: “Om, sampeyan kemane aja selama ini? Udah pernah bayar pajak belum?”

Keknya ketahuan deh jawabannya apa. Lha bayar pajak itu khan di kantor pos atau di bank. Ga ada pemungutan lewat kantor pajak, apalagi lewat pegawai pajak. Kalaupun ada yang lewat pegawai pajak, nah itu baru ada penyimpangan. Perlu disidik tuh siapa oknumnya.

Lima, usul yang puaaaaliiiing keren dan sangat-sangat-sangat cerdas!!!!! Pegawe pajak perlu sumpah pocong cuy!!!

Terus terang…. Saya ketawa dulu yah…. Sekaligus buat penutup di tulisan ini…..

qeqeqeqeqeqeqeqeqeqe….




Hanung Teguh Martanto
Account Representative Sie Pengawasan dan Konsultasi 3 KPP Pratama Banda Aceh


sumber


hahahaha,
bisa aja Mas Hanung...
tapi boleh juga tuh kalo DPR pake out source,
jadi kita tender-kan biar gajinya bisa ditekan sekecil mungkin!

Tuesday, March 23, 2010

Omed-Omedan Bali



DENPASAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Sehari pascanyepi, ada sebuah tradisi unik yang selalu digelar pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar yakni omed-omedan atau ciuman massal antara pemuda pemudi desa sebagai wujud kebahagiaan di hari ngembak geni. Peserta omed-omedan adalah sekaa teruna-teruni atau pemuda-pemudi mulai dari umur 17 tahun hingga 30 tahun atau yang sudah menginjak dewasa namun belum menikah.

Dalam Kamus Bali-Indonesia, omed-omedan berarti tarik menarik. "Omed-omedan adalah budaya leluhur yang sampai saat ini terus kita lestarikan," ujar I Putu Wiranata Jaya, ketua panitia. Pernah suatu waktu omed-omedan tidak dilaksanakan dan muncul musibah yang ditandai dengan perangnya 2 ekor babi di Banjar Kaja. Kemudian para sesepuh desa memutuskan untuk langsung menggelar prosesi omed-omedan untuk menjauhkan desa dari bencana yang lebih besar.

Prosesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama antar peserta omed-omedan di pura banjar memohon keselamatan dan kelancaran selama berlangsungnya acara. Usai sembahyang, peserta dibagi 2 kelompok, pria dan wanita. Sekitar 50 pemuda berhadapan dengan 50 pemudi. Setelah ada aba-aba dari para sesepuh desa, kedua kelompok saling bertemu satu sama lain dan peserta terdepan saling berciuman di depan ribuan penonton yang memadati sekitar lokasi omed-omedan.

Prosesi tersebut dilakukan secara bergantian dan setiap peserta pria maupun wanita menunjuk salah seorang rekan mereka untuk beradu ciuman di barisan terdepan.






sumber


hehehe, apapun pendapat temen-temen tentang ini yang pasti menurut gw tradisi ini adalah produk budaya warisan nenek moyang yang menjadi hutang kita buat melestarikan, nyesel pas Nyepi kemaren lagi bokek n' sibuk banget jadi ga ke Bali... T_T

Sunday, March 21, 2010

Two Is Better Than One (a song by Boys Like Girls ft Taylor Swift)


I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought
"Hey, you know, this could be something"
'Cause everything you do and words you say
You know that it all takes my breath away
And now I'm left with nothing

So maybe it's true
That I can't live without you
And maybe two is better than one
But there's so much time
To figure out the rest of my life
And you've already got me coming undone
And I'm thinking two is better than one

I remember every look upon your face
The way you roll your eyes
The way you taste
You make it hard for breathing
'Cause when I close my eyes and drift away
I think of you and everything's okay
I'm finally now believing

That maybe it's true
That I can't live without you
And maybe two is better than one
But there's so much time
To figure out the rest of my life
And you've already got me coming undone
And I'm thinking two is better than one


I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought,

Hey, maybe it's true
That I can't live without you
Maybe two is better than one
But there's so much time
To figure out the rest of my life
And you've already got me coming undone
And I'm thinking
I can't live without you
'Cause, baby, two is better than one
But there's so much time
To figure out the rest of my life
But I'll figure it out
When all is said and done
Two is better than one
Two is better than one

download


Two Is Better Than One ~ Taylor Swift and – Boys Like Girls Music Code

Monday, March 15, 2010

Batu Alam Bali


Apa yang menyebabkan rumah dan bangunan di Pulau Bali terlihat bernilai seni tinggi? Jawabannya sangat sederhana : Orang Bali gemar memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya. Menggunakan sesuatu yang dekat membuat apapun seakan menyatu dengan penggunanya.

Lokalitas. Mungkin itulah kata kunci sekaligus tiket yang mengantarkan Arsitektur Bali kerap menjadi turis di mancanegara. Lokalitas menghargai apa yang ada di sekitarnya.

Berangkat dari semangat menghargai kedekatan (lokalitas) dan hasrat untuk memberi nilai tambah bagi kekayaan rimba geologis Pulau Dewata, Gede Kresna Works didirikan untuk mengolah bebatuan yang digunakan sebagai material arsitektur Bali.

Batu Serai


Salah satu batu alam yang cukup populer di Bali adalah Batu Serai. Batu ini berwarna kekuningan, teksturnya keras dan berpasir. Utamanya digunakan untuk dinding. Batu ini dapat dipasang dengan beberapa style, diantaranya :

i. Bronjol (Gelondongan) Style
Material dipasang apa adanya dan disusun sedemikian rupa tanpa pola yang baku.

ii. Random Pattern
Sebelum dipasang material dibelah dengan mesin hingga diperoleh kepingan-kepingan random yang disusun satu sama lain mengikuti sisi di sekitarnya.

iii. Size Pattern
Serupa dengan random pattern, tetapi semua ukuran fixed, misalnya 20x20 cm, 15x25 cm dan sebagainya.

iv. Sisik Ikan Style
Dipasang manual seperti Bronjol Style, tetapi tiap keping batunya dipola seperti sisik ikan.

Paras Kerobokan


Paras Kerobokan adalah intepretasi kebersahajaan bangunan-bangunan yang ada di Bali. Warnanya yang cenderung abu-abu gelap mencitrakan kerendahatian, kontemplasi, sekaligus keramahtamahan yang membuat setiap bangunan menjadi sosok rumah yang menentramkan.
Umumnya Paras Kerobokan digunakan untuk dinding bangunan, baik rumah maupun pagar. Di beberapa tempat material ini juga digunakan untuk lantai.

Paras Taro


Paras Taro merupakan material paling natural yang ada di Bali. Warna dan teksturnya benar-benar sama dengan tanah karena paras ini memang benar-benar tanah. Di Bali dikenal dengan nama Paras Tanah Taro.
Biasanya digunakan untuk pelapis dinding, yang membuat dinding seakan terbuat dari bahan tanah yang sangat alami. Karena agregat dan kepekatan tanah cukup, material ini juga bisa diukir untuk memberikan kesan tradisi yang lebih kental.


Paras Gerana



Paras Gerana berwarna merah dan ungu. Biasa digunakan sebagai aksen pemanis paras yang lain yang ada di Bali. Namun tak jarang material ini dipergunakan sebagai penutup bangunan secara utuh, seperti pagar, dinding rumah dan beberapa bangunan lainnya.

Lava Stone


Lava Stone adalah lahar panas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang sudah mengeras karena mengalami proses pendinginan selama bertahun-tahun. Di Bali dikenal dengan istilah Batu Tabas. Penggalian batu ini bernilai ganda, selain dimanfaatkan sebagai bahan material, juga membebaskan tanah dari “hama” bebatuan sehingga tanah yang tadinya tidak produktif dapat ditanami kembali.

Saat ini Lava stone banyak dipakai sebagai bangunan suci, candi, tugu dan lain-lain, namun tak jarang juga digunakan untuk bangunan biasa. Karakternya yang keras dan warnanya yang hitam membuat material ini begitu diminati bahkan untuk dieksport ke mancanegara.

Batu Bata Gosok Bali


Batu bata Bali diproses dengan cara yang unik. Sebelum dipasang batu bata dibelah menjadi 2 bagian. Keduanya lalu diserut menjadi ukuran yang sudah ditentukan. Untuk memasang atau menempelkannya ke dinding tidak menggunakan semen. Cukup digosok-gosokkan ke sesamanya dengan sedikit air, tanah liat pembentuknya akan merekatkannya. Cara ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi salah satu ciri khas bangunan tradisional Bali.

Batu bata yang digunakan adalah batu bata khusus dengan agregat yang lebih halus daripada batu bata umumnya dan melalui pembakaran yang tertentu pula. Itu sebabnya batu bata ini menjadi jauh lebih mahal daripada batu bata biasa.

Namun bukan berarti semua bangunan bata di Bali menggunakan batu bata khusus. Batu bata biasa digunakan untuk membuat bangunan yang terekspose. Caranya hampir sama yaitu melalui proses penyerutan untuk mendapatkan ukuran batu bata yang sama satu sama lainnya. Berbagai bangunan seperti pagar rumah, candi bentar, angkul-angkul (gate) dan lain-lain dibuat dengan style ekspose dengan menggunakan batu bata biasa.

Other Stones


Selain batu-batu dan paras di atas, di Bali juga terdapat beberapa jenis batu yang lain seperti Batu Pilah, Paras Silakarang, Paras Belayu, Paras Kengetan, Lime Stone, Batu Lempeh dan lain sebagainya. Kecuali lime stone yang berwarna putih, batu-batu tersebut tersedia dalam jumlah terbatas, sedangkan paras-paras tersebut lebih banyak digunakan untuk patung dan bangunan-bangunan suci.

sumber:
Official Site Natural Stone Workshop
Gede Kresna Works

Office : Jl. Taman III No 33 Taman Mahayu Sempidi Denpasar Bali
Workshop : Jl. By Pass Ngurah Rai. Padanggalak, Sanur - Bali.
Email : gedekresnaworks@yahoo.com
contact Gede Kresna.
ph : +62 878 611 97850
Fax : 0361-422651

Friday, March 12, 2010

Arok Dedes (a book by Pramoedya Ananta Toer)


Arok Dedes menceritakan sejarah perlawanan dan pemberontakan Ken Arok terhadap pemerintahan akuwu Tumampel, Tunggul Ametung. Dalam buku ini, Pram secara jelas mengungkap kondisi sosial politik pada masa itu.

Novel ini mencoba memberikan suatu perspektif baru terhadap sejarah dengan menggambarkan Ken Arok bukan hanya seorang berandalan pemberontak ,seperti yang banyak dikatakan buku pelajaran sejarah, tetapi disini diceritakan bahwa Ken Arok adalah seorang pemimpin rakyat yang tidak puas dengan pemerintahan yang menindas.

Novel ini juga menggambarkan kondisi pemberontakan yang terjadi di dalam suatu negara atau kerajaan yang sarat dengan intrik politik.

Kisah AROK DEDES adalah kisah kudeta pertama dalam sejarah kita. Kudeta unik a la Jawa, penuh rekayasa kelicikan, lempar batu sembunyi tangan, yang punya rencana menjadi orang terhormat, yang tak terlibat malah menjadi korban yang ditumpas habis—habisan.

Mengikuti kisah perebutan kekuasaan dengan kelihaian secanggih seperti itu, tanpa diundang asosiasi pembaca langsung beralih dari peristiwa di abad 13 ke abad 20 di tahun 65—an.

Bagaimana pada tahun 1965 bisa terjadi “peralihan kekuasaan” dari Soekarno ke Soeharto ? Bagaimana orang yang mengkup kekuasaan justru berhasil melempar tuduhan mengkup itu kepada pihak lain, sampai—sampai yang difitnah menjadi korban kesengsaraan yang berkepanjangan—bagaimana orang yang memberi informasi tentang bakal terjadinya kup, malah ditangkap dan dipendam lebih 30 tahun dalam penjara ? Banyak kemiripan kudeta Arok sekitar 1220—an dan kudeta Harto sekitar 1965—an ?

Duapuluh lima tahun yang lalu sebagai tahanan di Buru, Pramoedya merawikan kisah tampilnya Ken Arok sebagai Akuwu Tumapel menggantikan kekuasaan Tunggul Ametung. Pramoedya Ananta Toer tidak sedang menulis essay politik aktual atau sedang mengkaji apa yang terjadi di tahun 1965, tetapi lewat kekuatan kata dan wahana sastra, dia menghadapkan cermin sejarah kepada generasi di era Orde Baru untuk melihat diri sendiri, untuk mengenal situasi di mana kita berada, untuk belajar dan menyimpulkan sendiri apa yang sedang kita alami di masa kini, termasuk merefleksi peristiwa 1965, rekayasa seorang jendral naik ke puncak kekuasaan, kemudian dengan gengnya memakmurkan selapis tipis elit Indonesia dan menyengsarakan rakyat dalam skala besar—besaran.

download

sumber

Tuesday, March 9, 2010

Yang Mengganggu Ekonomi Itu Anarkisme

05/03/2010


Kebiasaan yang berlaku pada kita setiap kali terjadi ingar-bingar politik adalah kekhawatiran akan terganggunya kegiatan ekonomi. Kenyataannya persepsi bisnis terhadap Indonesia tidaklah terganggu. Keinginan untuk investasi tetap besar dan kegiatan di pasar modal berjalan seperti biasa dengan kecenderungan positif terhadap indeks harga saham gabungan.

Mengapa bisa seperti itu? Karena politik dan ekonomi merupakan dua kegiatan yang terpisah. Di Thailand yang paling ekstrem, politik selalu bergejolak luar biasa. Kabinet selalu silih berganti, tetapi perekonomian mereka berjalan normal.

Salah satu indikator demokrasi yang semakin sehat , adanya pemisahan antara politik dan ekonomi. Pada kita yang demokrasinya baru mulai, politik sering dipakai untuk menakut-nakuti karena paradigmanya masih belum bisa dilepaskan dari paradigma Orde Baru. Padahal Orde Baru selalu menebarkan ketakutan itu agar politik tidak diganggu gugat. Atas nama stabilitas, maka politik harus dikendalikan.

Yang bisa mengganggu kegiatan ekonomi bukanlah ingar-bingar politik, tetapi anarkisme. Sikap untuk memaksakan kehendak termasuk dengan menggunakan kekerasan, itulah yang lebih ditakutkan para investor. Stabilitas dalam konteks menghindarkan negeri ini dari anarkisme, itulah yang harus kita ciptakan.

Berbagai aksi kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini, itulah yang patut kita waspadai. Apalagi ketika kita melihat apa yang terjadi di Makassar ketika aksi mahasiswa dibenturkan dengan aksi kelompok lainnya sehingga terjadi kerusuhan. Perang batu antarkelompok dan perusakan terhadap fasilitas pribadi maupun umum menciptakan ketakutan, karena itu bertentangan dengan esensi demokrasi.

Tugas dari semua pihak untuk bisa mengendalikan diri. Jangan biarkan kita larut dalam suasana emosi yang tidak terkendali, sehingga meninggalkan cara-cara yang beradab. Cara-cara penyelesaian perbedaan harus dilakukan melalui cara dialogis. Kalau pun tetap berbeda harus dihormati sebagai sebuah perbedaan, tanpa harus merusak hubungan antarpribadi.

Jujur pada kita masih kuat kebiasaan untuk membawa semua persoalan menjadi persoalan pribadi. Seringkali ketika kita berbeda pendapat dianggap sebagai sikap bermusuhan. Selalu kita dihadapkan kepada posisi “you are with me or you are againts me”.

Memang kedewasaan berpolitik tidak bisa sekali jadi. Kita masih dalam proses untuk mencapai tingkat kedewasaan seperti yang diharapkan. Namun dengan berjalannya waktu, kita pasti akan menjadi lebih dewasa,asal saja kita bersama berupaya untuk mendewasakan diri kita masing-masing.

Sekali lagi, kita tidak perlu khawatir terhadap kondisi perekonomian negara ini. Negeri ini terlalu menarik untuk tidak didatangi untuk investasi. Bukan hanya sumber daya alam yang melimpah yang bisa dijadikan aset, tetapi juga pasar yang mencapai 230 juta jiwa.

Perjalanan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wiryawan ke Eropa dan Amerika Serikat menunjukkan tingginya minat investor untuk masuk ke Indonesia. Berbagai persoalan yang terjadi dengan Panitia Khusus Bank Century tidak dilihat sebagai persoalan yang menakutkan. Itu adalah bagian dari proses checks and balances yang merupakan bagian dari sistem demokrasi.

Yang jauh lebih penting menjadi perhatian kita adalah bagaimana menciptakan kepastian. Bagaimana investor tahu dengan pasti apa saja yang harus dipenuhi dan berapa lama proses perizinan akan bisa diselesaikan aparat. Bagaimana pemerintah bisa menyediakan infrastruktur yang memadai bagi kegiatan usaha. Bagaimana sistem perpajakan di Indonesia bisa kompetitif dengan sistem perpajakan di negara lain. Bagaimana ekonomi biaya tinggi benar-benar bisa dikurangi kalau tidak bisa dihapuskan.

Kalau saja investasi ke negara ini belum berjalan optimal, karena kita belum bisa memenuhi harapan para investor. Di kalangan pemerintah saja misalnya, masih ada perbedaan tajam antara perlu dan tidaknya kita memberikan tax holiday. Padahal negara tetangga kita sudah memberikan itu, karena mereka lebih mementingkan adanya kegiatan ekonomi agar masyarakatnya bisa lebih produktif.

Inilah tantangan terberat yang harus bisa cepat kita jawab. Bangun ekonomi seperti apa yang sebenarnya ingin kita tuju. Apa yang sebenarnya pilar utama yang menjadi kekuatan komparatif dan kompetitif negara ini. Seberapa jauh sebenarnya peran yang kita harapkan dari kalangan dunia usaha.

Kita harus juga segera meninggalkan sikap kita yang mendua terhadap kalangan dunia swasta. Di satu sisi kita mengharapkan hadirnya peran yang lebih aktif dari kalangan swasta, namun di sisi lain kita masih memiliki kecurigaan yang sangat tinggi kepada kalangan swasta. Seakan-akan swasta hanyalah pihak yang mencari untung saja, tanpa pernah mau menerima bahwa merekalah institusi yang paling besar menyediakan lapangan pekerjaan.
Kita bukan harus menganakemaskan kalangan swasta. Namun kita harus membangun suasana yang saling percaya agar semua usaha yang kita lakukan bisa mencapai hasil yang paling optimal untuk membawa perbaikan bagi perikehidupan rakyat banyak.

Tanggung kita bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kita harus menghindarkan anarkisme karena itu akhirnya akan mengimbas juga kepada kehidupan kita bersama.

Metro

Hatchi!!!

09/03/2010


jika keinginan bersin terjadi saat sedang terlibat perbincangan serius, pertemuan penting atau berada di ruang yang sepi, orang lebih suka untuk menahannya. Sebaiknya jangan menahan bersin karena bisa berbahaya.

Beberapa orang mencoba menahan bersin dengan cara menekan hidung mereka sehingga keinginan untuk bersin menjadi hilang. Ternyata menahan bersin justru bisa menjadi masalah yang serius jika sering dilakukan.

Kecepatan bersin yang dimiliki manusia adalah 161 km/jam, sehingga jika seseorang menahan untuk bersin maka tubuh harus menahan kecepatan tersebut secara tiba-tiba. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi fungsi tubuh dan menyebabkan kuman yang seharusnya dikeluarkan malah masuk kembali.

"Bersin merupakan kegiatan yang positif karena memiliki fungsi membersihkan faring (rongga antara hidung, mulut dan tenggorakan) dan ini adalah hal yang baik, sedangkan menahan bersih justru berbahaya karena bisa menimbulkan beberapa risiko,' ujar Dr Michael Roizen, kepala Wellness Officer Clevelend Clinics, seperti dikutip dari Doctoroz.com, Senin (8/3/2010).

Roizen mengungkapkan ada beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan jika seseorang menahan bersin yaitu:
Menyebabkan patah tulang di tulang rawan hidung
Mimisan
Pecah gendang telinga
Gangguan pendengaran
Vertigo
Retina yang terlepas atau mengalami emfisema. Hal ini karena tubuh berusaha menahan kecepatan dari bersin yang tinggi. Cedera yang timbul umumnya mempengaruhi struktur bagian dalam kepala.


Emfisema adalah suatu kondisi yang bisa menyerang anak-anak ataupun orang dewasa, kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi mematikan karena dapat membatasi pasokan udara. Tanda-tanda yang muncul biasanya wajah atau leher yang membengkak dan timbul rasa ketidaknyamanan.

"Untuk membantu seseorang agar mudah bersin bisa dengan cara melihat cahaya terang, hal ini dapat merangsang saraf optik yang melintasi jalur pusat bersin. Selain itu iritasi yang terjadi di saraf dekat pusat bersin juga bisa memicu seseorang untuk bersin," tambahnya.

Saat seseorang bersin biasanya diikuti oleh keluarnya bakteri atau kuman dari dalam tubuh. Hal ini berguna untuk menjaga hidung agar tetap bersih, karenanya seringkali bersin terjadi secara berulang-ulang.

Jadi jangan pernah menahan bersin untuk menghindari beberapa risiko tersebut. Tapi jangan lupa untuk menutup mulut dan hidung dengan tangan, tisu, sapu tangan atau lekukan lengan saat bersin, agar bakteri dan kuman yang keluar tidak membahayakan orang lain.

detik

Monday, March 8, 2010

Tuhan Itu Adil


suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan-Nya.

malaikat pun bertanya, “apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?”

“lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi,” kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon.

Tuhan melanjutkan, “ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang.”

lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa.

di eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti inggris, skotlandia dan perancis. tetapi di daerah itu, tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.

di eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti spanyol dan partugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di selat gibraltar.

lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, “lalu daerah apakah itu Tuhan?"

“o, itu,” kata Tuhan, “itu indonesia. negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. banyak sinar matahari dan hujan. penduduknya Ku ciptakan ramah tamah, suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni.”

dengan terheran-heran, malaikat pun protes, “lho, katanya tadi setiap
negara akan diciptakan dengan keseimbangan. kok indonesia baik-baik semua. lalu di mana letak keseimbangannya?”

Tuhan pun menjawab dalam bahasa inggris, “wait, until you see the idiots I put in the government.”

Wednesday, February 24, 2010

Pet Society 2010 (Cheat)

buat yang suka maen Pet Society, tanpa basa-basi silakan disimak:
1. Masuk ke Pet Society.
2. Di Cheat Engine, klik tombol komputer lalu pilih Firefox.exe atau Flock.exe.
3. Lakukan setting sebagai berikut (Array of Bytes, Hex, Also Scan Read Only Mem)
4. Di Pet Society, dapatkan 1 coin dari pohon.
5. Scan “8B78088B8FFC0200008945D8C745DC”
6. Akan ada 1 hasil. klik kanan dan Disassemble
7. Geser sedikit ke atas dan anda akan menemukan “jne XXXXXX” (X adalah nomor acak)
8. Klik kanan dan pilih ‘Replace with code that does nothing’
9. Kemudian kembali ke jendela utama Cheat engine, ubah pengaturan menjadi (Hex, 4bytes, ASROM)
10. New Scan “06AB820F”
11. Ada 1 hasil, jika ada banyak pilih yang teratas.
12. Klik kanan dan pilih Disassamble this memory region.
13. Klik kanan dan pilih “Replace with code that does nothing”
14. Kembali ke jendela utama Cheat Engine dan ubah pengaturan menjadi (Hex, Array Of Bytes, ASROM)
15. New scan “8B 40 24 85 F6 0F 84 5E 02 00 00 8B 4E 08 8B”
16. 1 hasil akan keluar. Klik kanan lalu pilih Disassemble
17. Anda akan melihat baris “mov eax,[eax,+24]“
18. Ganti menjadi “mov eax,90″
19. New scan “C7 45 DC 01 00 00 00 89 45 E0 8D 45 D8 50 6A”
20. Akan ada 4 hasil, perhatikan yang paling bwah. Klik kanan lalu disassamble
21. Anda akan melihat baris ‘[ebp-24],00000001′
22. Ubah menjadi ‘mov [ebp-24],000001f4′
23. Masuk ke rumah anda.
24. Keluar rumah dan klik pohon-pohon.
25. Secepatnya klik ‘Add Coins’. Klik ‘Leave Shop’ dan klik pohon lagi.
26. Begitu seterusnya. Jangan RAKUS.

sumber

Pemahaman IP Address


IP adalah singkatan untuk Internet Protocol, yang paling populer sistem terbuka protokol yang digunakan untuk berkomunikasi melalui perangkat apapun jaringan yang saling berhubungan termasuk Local Area Network (LAN) atau Wide Area Network (WAN). Sebuah alamat IP adalah nomor identifikasi yang ditetapkan ke perangkat (misalnya komputer atau printer) di jaringan tersebut. Perangkat lain dalam jaringan atau keluar dari jaringan yang menggunakan alamat IP ini untuk menghubungkan ke perangkat ini melalui protokol-protokol komunikasi seperti Transmission Control Protocol (TCP) atau Internet Protocol (IP).
Sebuah alamat IP terdiri dari 4 set dari 8-bit (oktet) dengan total 32-bit, masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik (.). Untuk masing-masing dari 4 set oktet dalam sebuah alamat IP, nilai yang paling maksimum adalah 255 (mewakili oktet yang berisi semua). Oleh karena itu, nilai-nilai alamat IP berkisar dari 0.0.0.0 ke 255.255.255.255, yang diterjemahkan ke 3720314628 alamat IP yang berbeda.Contoh alamat IP dalam desimal dan biner

* Desimal: 123.45.67.89
* Biner: 01111011.00101101.01000011.01011001

Dalam jaringan pribadi, setiap alamat IP yang valid dapat diberikan ke perangkat selama mereka tetap unik dari satu sama lain di dalam jaringan. Namun, menetapkan alamat IP untuk server dan perangkat yang terhubung ke internet diatur oleh organisasi-organisasi seperti ARIN (Amerika Serikat), RIPE NCC (Eropa) dan APNIC (Asia Pasifik), sehingga tidak ada duplikasi alamat IP yang ditetapkan.

Klasifikasi alamat IP
Sebuah alamat IP terdiri dari dua bagian – satu mengidentifikasi jaringan dan mengidentifikasi perangkat lain atau node di dalam jaringan. Sebagai contoh, dalam kasus alamat IP 123.45.67.89, jaringan diidentifikasi dengan 123, sedangkan simpul diidentifikasi dengan 45.67.89. Aturan kedalam alamat IP ke dalam jaringan dan simpul adalah ditentukan oleh klasifikasi. Meskipun representasi desimal alamat IP adalah mudah untuk penggunaan manusia, komputer menggunakan representasi biner dan klasifikasi alamat IP juga didasarkan pada angka-angka biner.

* Kelas A: ini kelas alamat IP dimulai dengan bilangan biner 0 (desimal angka 0 sampai 127). Jaringan diidentifikasi oleh oktet pertama (set pertama dari alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP 123.45.67.89 milik kelas A karena himpunan bilangan pertama adalah 123 (antara 0 dan 127). ID jaringan 123, sedangkan node ID 45.67.89. Alamat IP 127.0.0.1 adalah IP khusus diperuntukkan bagi internal loopback testing. Sebagai contoh, jika seseorang menyambung ke host lokal (komputer yang sama menjalankan server), alamat IP 127.0.0.1. Itu tidak menimbulkan lalu lintas jaringan. Juga alamat IP 0.0.0.0 default fallback mewakili nilai dan tidak ditugaskan untuk semua jaringan. Oleh karena itu, kelas A dapat mendukung 126 alamat jaringan, masing-masing berisi 16 juta bening.
* Kelas B: bilangan biner dimulai dengan 10 (angka desimal 128-191). Jaringan diidentifikasi oleh dua oktet pertama (yang pertama dua set alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP milik 178.95.234.23 kelas B, karena himpunan bilangan pertama adalah 178 (antara 128 dan 191). Jaringan ID 178,95, sedangkan node ID 234,23. Kelas B dapat mendukung jaringan 16.000 alamat, masing-masing berisi 65.000 node
* Kelas C: bilangan biner dimulai dengan 110 (angka desimal 192-223). Jaringan diidentifikasi oleh tiga oktet pertama (yang pertama dari tiga set alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP milik 210.223.99.145 kelas C, karena himpunan bilangan pertama adalah 210 (antara 192 dan 223). Jaringan ID 210.223.99, sedangkan node ID 145. Kelas B dapat mendukung lebih dari 2 juta alamat jaringan, masing-masing berisi 254 node.
* Kelas D: digit biner mulai dengan 1110 (angka desimal 224-239). Kelas ini IP yang disediakan untuk keperluan multicast. # Kelas E: kelas E alamat IP dimulai dengan angka biner 1111 (berkisar 240-255 dalam format desimal). Kelas alamat IP yang disediakan untuk tujuan pengujian dan tidak ditugaskan untuk penggunaan umum.

sumber

Tuhan Itu Jahat

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,
"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,
"Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab,
"Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan.

Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,
"Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya,
"Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu?
Tentu saja dingin itu ada.

Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab,
"Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.


Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali.
Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan,
"Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab,
"Sekali lagi anda salah, Pak.

Gelap itu juga tidak ada.
Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya.
Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna.
Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap.
Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya,
"Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab,
"Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV.
Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia.
Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
"Sekali lagi Anda salah, Pak.

Kajahatan itu tidak ada.
Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

sumber

Friday, February 19, 2010

Planet Remaja (part 1): Franda









fotogrphs exclusively by Maulana Fadil

about Franda...
Nama Lengkap : Efranda Stephanus
TTL : 8 Februari 1987
Pendidikan terakhir : londons school, jurusan komunikasi massa ( jakarta)

sumber